PETA

Pernahkah kamu membuat denah? Misalnya, membuat denah sekolah atau tempat
tinggal? Agar denah yang kamu buat mudah dimengerti perlu ditambah kelengkapan peta.
Contohnya, nama denah, arah mata angin, dan beberapa keterangan pendukung.
Pernahkah kamu melihat gambar peta? Apakah kamu ingin dapat membuat peta? Agar
lebih jelas pemahaman kamu tentang peta, marilah kita pelajari materi berikut ini!

1.  Pengertian Peta

Apakah peta itu? Peta adalah gambaran permukaan bumi yang dibuat dengan
menggunakan skala tertentu pada bidang datar. Bidang datar yang dimaksudkan berupa
kertas. Adapun kumpulan peta yang dibukukan disebut Atlas.
Wilayah yang digambarkan pada peta meliputi wilayah yang luas dan sempit. Pada
peta kenampakan alam juga dapat digambarkan. Kenampakan alam itu berupa dataran
rendah, dataran tinggi, gunung, rawa, laut dan sebagainya.

2.  Kelengkapan Peta

Komponen-komponen/Kelengkapan Peta

Peta yang baik biasanya dilengkapi dengan komponen-komponen peta, agar peta mudah

dibaca, ditafsirkan dan tidak membingungkan. Adapun komponen-komponen yang harus

dipenuhi dalam suatu peta antara lain:
1. Judul peta
2. Skala peta
3. Legenda atau keterangan
4. Tanda arah atau orientasi
5. Simbol dan warna
6. Sumber dan tahun pembuatan peta
7. Proyeksi peta

Untuk lebih jelasnya mengenai arti dan manfaat dari komponen-komponen peta tersebut,

silahkan Anda pelajari uraian berikut ini:

1. Judul Peta
Pada peta yang pernah Anda lihat, di bagian manakah biasanya judul peta diletakkan?

Judul peta memuat isi peta. Dari judul peta Anda dapat segera mengetahui data daerah

mana yang tergambar dalam peta tersebut.Contoh:
– Peta Penyebaran Penduduk Pulau Jawa.
– Peta Tata Guna Tanah Propinsi Bali.
– Peta Indonesia.Judul peta merupakan komponen yang sangat penting. Biasanya,

sebelum membaca memperhatikan isi peta, pasti terlebih dahulu judul yang

dibacanya. Judul peta hendaknya memuat/mencerminkan informasi yang

sesuai dengan isi peta. Selain itu, judul peta jangan sampai menimbulkan

penafsiran ganda pada peta.

Judul peta biasanya diletakkan di bagian tengah atas peta. Tetapi judul peta

dapat juga diletakkan di bagian lain dari peta, asalkan tidak mengganggu

kenampakkan dari keseluruhan peta

2. Skala Peta
Skala adalah perbandingan jarak antara dua titik sembarang di peta dengan

jarak sebenarnya di permukaan bumi, dengan satuan ukuran yang sama.

Skala ini sangat erat kaitannya dengan data yang disajikan.Bila ingin menyajikan

data yang rinci, maka digunakan skala besar, misalnya 1 : 5000. Sebaliknya,

apabila ingin ditunjukkan hubungan kenampakan secara keseluruhan,

digunakan skala kecil, misalnya skala 1 : 1000.000.Contoh:
skala 1 : 500.000 artinya 1 bagian di peta sama dengan 500.000 jarak yang

sebenarnya, apabila dipakai satuan cm maka artinya 1 cm jarak di peta sama

dengan 500.000 cm (5 km) jarak sebenarnya di permukaan bumi. Skala peta

akan dibahas lebih rinci pada modul berikutnya nanti.

Peta yang baik biasanya dilengkapi dengan komponen-komponen peta, agar

peta mudah dibaca, ditafsirkan dan tidak membingungkan. Adapun komponen-

komponen yang harus dipenuhi dalam suatu peta antara lain:
1. Judul peta
2. Skala peta
3. Legenda atau keterangan
4. Tanda arah atau orientasi
5. Simbol dan warna
6. Sumber dan tahun pembuatan peta
7. Proyeksi peta

Untuk lebih jelasnya mengenai arti dan manfaat dari komponen-komponen

peta tersebut, silahkan Anda pelajari uraian berikut ini:

1. Judul Peta
Pada peta yang pernah Anda lihat, di bagian manakah biasanya judul peta
diletakkan? Judul peta memuat isi peta. Dari judul peta Anda dapat segera
mengetahui data daerah mana yang tergambar dalam peta tersebut.Contoh:
- Peta Penyebaran Penduduk Pulau Jawa.
– Peta Tata Guna Tanah Propinsi Bali.
– Peta Indonesia.

Judul peta merupakan komponen yang sangat penting. Biasanya, sebelum

membaca memperhatikan isi peta, pasti terlebih dahulu judul yang dibacanya.

Judul peta hendaknya memuat/mencerminkan informasi yang sesuai dengan

isi peta. Selain itu, judul peta jangan sampai menimbulkan penafsiran ganda pada peta.

Judul peta biasanya diletakkan di bagian tengah atas peta. Tetapi judul peta

dapat juga diletakkan di bagian lain dari peta, asalkan tidak mengganggu

kenampakkan dari keseluruhan peta

2. Skala Peta
Skala adalah perbandingan jarak antara dua titik sembarang di peta dengan

jarak sebenarnya di permukaan bumi, dengan satuan ukuran yang sama.

Skala ini sangat erat kaitannya dengan data yang disajikan.Bila ingin

menyajikan datayang rinci, maka digunakan skala besar, misalnya 1 : 5000.

Sebaliknya, apabila ingin ditunjukkan hubungan kenampakan secara keseluruhan,

digunakan skala kecil, misalnya skala 1 : 1000.000.

Contoh:

skala 1 : 500.000 artinya 1 bagian di peta sama dengan 500.000 jarak yang

sebenarnya, apabila dipakai satuan cm maka artinya 1 cm jarak di peta sama

dengan 500.000 cm (5 km) jarak sebenarnya di permukaan bumi. Skala peta

akan dibahas lebih rinci pada modul berikutnya nanti.

3.
Legenda atau Keterangan
Legenda pada peta menerangkan arti dari simbol-simbol yang terdapat

pada peta. Legenda itu harus dipahami oleh si pembaca peta, agar tujuan

pembuatan peta itu mencapai sasaran. Legenda biasanya diletakkan

di pojok kiri bawah peta. Selain itu legenda peta dapat juga diletakkan pada

bagian lain peta, sepanjang tidak mengganggu kenampakan peta secara keseluruhan.

Contoh Legenda

4. Tanda Arah atau Tanda Orientasi
Tanda arah atau tanda orientasi penting artinya pada suatu peta. Gunanya
untuk menunjukkan arah utara, Selatan, Timur dan Barat. Tanda orientasi
perlu dicantumkan pada peta untuk menghindari kekeliruan. Tanda arah pada
peta biasanya berbentuk tanda panah yang menunjuk ke arah Utara.
Petunjuk ini diletakkan di bagian mana saja dari peta, asalkan tidak mengganggu
kenampakan peta.gambar 1.2. gbr

5. Simbol dan Warna
Agar pembuatan peta dapat dilakukan dengan baik, ada dua hal yang perlu

mendapat perhatian, yaitu simbol dan warna. Sebelum

dibahas mengenai simbol dan warna pada peta.

Uraian berikut ini akan menjelaskan satu demi satu mengenai

pengertian simbol dan warna tersebut

a. Simbol Peta
Pada peta, Anda juga akan melihat simbol-simbol, gunanya agar informasi
yang disampaikan tidak membingungkan. Simbol-simbol dalam peta harus
memenuhi syarat, sehingga dapat menginformasikan hal-hal yang digambarkan
dengan tepat.Syarat-syarat tersebut adalah:
– sederhana
– mudah dimengerti
– bersifat umum

Macam-macam simbol peta:

1)Macam-macam simbol peta berdasarkan bentuknya Bentuk-bentuk

simbol yang digunakan pada peta berbeda-beda tergantung dari jenis

petanya.Campakan area misalnya rawa, hutan, padang pasir dan sebagainya.

a)Simbol titik, digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional, seperti

simbol kota, pertambangan, titik trianggulasi (titik ketinggian) tempat dari

permukaan laut dan sebagainya.

Contoh: simbol titik (lihat gambar 1.3. dan 1.4.)

b)

Simbol garis, digunakan untuk menyajikan data geografis misalnya

sungai, batas wilayah, jalan, dan

sebagainya. Contoh: simbol garis (lihat gambar 1.5.)

c) Simbol luasan (Area), digunakan untuk menunjukkan

kenampakan area misalnya rawa, hutan, padang pasir dan sebagainya.

Contoh: simbol luasan (area). Lihat gambar 1.6. d)

Simbol aliran, digunakan untuk menyatakan alur dan gerak

Contoh: simbol aliran. (lihat gambar 1.7.)
Gambar 1.7. Contoh peta pola pengiriman kopi

Berdasarkan simbol aliran pada gambar 1.7. dapat disimpulkan bahwa

pengiriman kopi terbesar di dunia adalah dari wilayah Afrika Barat menuju wilayah Eropa.

e)Simbol batang, digunakan untuk menyatakan harga/dibandingkan

harga lainnya/nilai lainnya. Contoh: Simbol batang (lihat gambar 1.8.)

Berdasarkan simbol batang yang terdapat pada peta dan harga setiap

ruasnya (1 ruas harganya 100.000 ton padi), dapat disimpulkan wilayah

(provinsi) yang produksi padinya terbanyak adalah Kalimantan Selatan dan

paling sedikit adalah Kalimantan Timur.


Gambar 1.8. Peta Ekonomi jumlah data tercermin pada tinggi/panjang batang.

f. Simbol lingkaran, digunakan untuk menyatakan kuantitas (jumlah) dalam

bentuk persentase. Contoh: simbol lingkaran (lihat gambar 1.9)

Keterangan gambar 1.9.

Berdasarkan simbol lingkaran pada gambar 1.9, dapat disimpulkan

bahwa 1/4 bagian (25%) tanah digunakan untuk lain-lain (selain pertanian,

perkebunan dan hutan). Sedangkan 3/8 bagian (37,5%) digunakan untuk

pertanian, 3/8 bagian (37,5%) lagi digunakan untuk perkebunan dan

kehutanan. Pada simbol lingkaran, luas lingkaran mencerminkan jumlah data.

g) Simbol bola, digunakan untuk menyatakan isi (volume), makin

besar simbol bola menunjukkan isi (volume) makin besar dan sebaliknya

makin kecil bola berarti isi (volume) makin kecil.

Contoh: simbol bola (lihat gambar 1.10)a.

Gambar 1.10. Peta penduduk. Pada simbol bola, isi bola mencerminkan jumlah data.

2) Macam-macam simbol peta berdasarkan sifatnya Simbol-simbol

yang Anda lihat pada peta, ada yang menyatakan jumlah dan ada yang

hanya membedakan. Berdasarkan sifatnya, simbol peta dibedakan menjadi

dua macam yaitu:
a) Simbol yang bersifat kualitatif
b) Simbol yang bersifat kuantitatif

a) Simbol yang bersifat kualitatif
Simbol ini digunakan untuk membedakan persebaran benda yang

di gambarkan. Misalnya untuk menggambarkan daerah penyebaran hutan,

jenis tanah, penduduk dan lainnya. Lihat gambar 1.11.

Gambar 1.11. Simbol luasan yang bersifat kualitatif.

Simbol ini hanya membedakan daerah A, B dan C saja.

Keterangan gambar 1.11.
Untuk membedakan antara daerah A, B dan C, digunakan arsir yang berbeda.

b) Simbol yang bersifat kuantitatif

Simbol ini digunakan untuk membedakan atau menyatakan jumlah.

Lihat gambar 1.12.

Gambar 1.12. Simbol luasan yang bersifat kuantitatif, untuk membedakan

tingkat kepadatan yang makin tinggi dari C, B dan A.

Keterangan gambar 1.12.

Peta ini menggambarkan tingkat kepadatan penduduk. Makin

rapat jarak antara titik menunjukkan daerah tersebut tingkat

kepadatan penduduknya makin tinggi. Dapat disimpulkan daerah

A memiliki kepadatan penduduk tertinggi dibandingkan dengan B dan C.

Biasanya setiap titik mewakili jumlah tertentu.

3) Macam macam simbol berdasarkan fungsinya
Penggunaan simbol pada peta tergantung fungsinya. Untuk

menggambarkan bentuk-bentuk muka bumi di daratan, di perairan,

atau bentuk-bentuk budaya manusia.Berdasarkan fungsinya simbol

peta dapat dibedakan menjadi:
a) Simbol daratan
b) Simbol perairan
c) Simbol budaya

a) Simbol daratan, digunakan untuk simbol-simbol permukaan bumi di daratan.

Contoh: gunung, pegunungan, gunung api.

Lihat gambar 1.13. Gambar 1.13. Simbol daratan.

b) Simbol perairan, digunakan untuk simbol-simbol bentuk perairan.

Contoh: simbol perairan. Lihat gambar 1.14.

c) Simbol budaya, digunakan untuk simbol simbol, bentuk hasil budaya.

Contoh: simbol budaya. Lihat gambar 1.15.

Gambar 1.15. Simbol budaya.

b. Warna
Perhatikan peta yang ada di sekolah Anda, warna apa saja yang ada

pada peta tersebut? Peta yang berwarna akan lebih indah dilihat dan

kenampakan yang ingin disajikan juga kelihatan lebih jelas.

Tidak ada peraturan yang baku mengenai penggunaan warna dalam peta.

Jadi penggunaan warna adalah bebas, sesuai dengan maksud atau tujuan

si pembuat peta, dan kebiasaan umum.

Contohnya:

1) Untuk laut, danau digunakan warna biru.

2) Untuk temperatur (suhu) digunakan warna merah atau coklat.

3) Untuk curah hujan digunakan warna biru atau hijau.

4) Daerah pegunungan tinggi/dataran tinggi (2000 – 3000 meter)

digunakan warna coklat tua.

5) Untuk dataran rendah (pantai) ketinggian 0 sampai 200 meter

dari permukaan laut digunakan warna hijau.Dilihat dari sifatnya,

warna pada peta dapat dibedakan menjadi dua macam,

yaitu: Yang bersifat kualitatif dan yang bersifat kuantitatif.

Yang bersifat kualitatif hanya membedakan unsurnya saja (lihat gambar 1.16).

Sedangkan yang bersifat kuantitatif terutama dimaksudkan untuk menunjukkan

jumlah atau nilai gradasinya, meskipun juga untuk membedakan unsurnya

(lihat gambar 1.17).

Gambar 1.16. Warna kualitatif, penggunaan warna banyak memperlihatkan perbedaan
(I Made Sandi, Esensi, Kartografi, 1976)

Gambar 1.17. Warna kuantitatif. Perbedaan warna untuk memperlihatkan

perbedaan tekanan (gradasi) atau perbedaan besar dan kecil

(I Made Sandi, Esensi, Kartografi, 1976).

Contoh simbol umum yang dipakai pada sebuah peta.

6. Sumber dan Tahun Pembuatan Peta
Bila Anda membaca peta, perhatikan sumbernya. Sumber memberi

kepastian kepada pembaca peta, bahwa data dan informasi yang

disajikan dalam peta tersebut benar benar absah (dipercaya/akurat),

dan bukan data fiktif atau hasil rekaan. Hal ini akan menentukan sejauh

mana si pembaca peta dapat mempercayai data/informasi tersebut.

Selain sumber, perhatikan juga tahun pembuatannya. Pembaca peta

dapat mengetahui bahwa peta itu masih cocok atau tidak untuk

digunakan pada masa sekarang atau sudah kadaluarsa karena sudah

terlalu lama. Dari uraian materi tadi dapat disimpulkan bahwa semua

yang ada pada peta dinamakan komponen-komponen kelengkapan

peta, tetapi masih ada beberapa komponen lain yang belum disebutkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: